Pusat Layanan Desa

KEGIATAN PERDESAAN SEHAT 2013

1.      JUDUL KEGIATAN

Kemitraan Dalam  Tata Kelola Percepatan Pembangunan Kualitas Kesehatan  Berbasis Perdesaan (Perdesaan Sehat) Didaerah Tertinggal di Wilayah Regional III Nusa Tenggara  ( Prov Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur)

 

2.      LATAR BELAKANG

Berdasarkan MOU (Memorandum Of Understanding) Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Repulik Indonesia dengan Rektor Universitas Mataram dan Perjanjian Kerjasama Deputi Bidang Pengembangan Sumberdaya Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia dengan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Mataram, tentang Kemitraan Dalam Tata Kelola Percepatan Pembangunan Kualitas Kesehatan  Berbasis Perdesaan  (Perdesaan Sehat) di daerah tertinggal, dengan ini, Universitas Mataram selaku mitra regional di regional III ( Nusa Tenggara) mengajukan rencana kegiatan “Kemitraan Dalam  Tata Kelola Percepatan Pembangunan Kualitas Kesehatan  Berbasis Perdesaan (Perdesaan Sehat) Didaerah Tertinggal Di Wilayah Regional III Nusa Tenggara  (Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur)

 Sesuai dengan Peraturan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Tentang Pedoman Tata Kelola Pedesaan Sehat,  Dalam kerangka pencapaian target sasaran prioritas  10 Pembangunan Jangka Menengah Nasional, dimana kebijakan Perdesaan Sehat diarahkan pada percepatan pembangunan kualitas kesehatan yang bertumpu pada peningkatan kapasitas lembaga dan infrastruktur pelayanan kesehatan dasar di pedesaan. Universitas Mataram selaku universitas mitra sepakat bahwa kualitas kesehatan adalah salah satu komposit penting dari sumberdaya manusia selain aspek kualitas pendidikan  dan kemampuan daya beli, maka Uuniversitas Mataram mendukung kegiatan yang dilakukan dengan mengembangkan upaya dan/atau tindakan kebijakan yang terencana, realisasi secara bertahap dan terpadu, bersifat partisipatoris dengan pelibatan aktif masyarakat dalam kerangka percepatan pembangunan kesehatan yang berpihak pada karakteristik Daerah Tertinggal.

Wilayah Nusa Tenggara yang terdiri dari Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur mengalami juga masalah-masalah kritis  kesehatan yang terjadi di daerah tertinggal. Terutama untuk wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, fakta menunjukkan bahwa masalah kritis kesehatan terjadi terkait dengan rendahnya keterjangkauan dan/atau kualitas pelayanan kesehatan, rendahnya angka harapan hidup, tingginya angka kematian bayi dan ibu melahirkan serta masih banyaknya kasus gizi buruk.

Di dalam kovenan Internasional tentang hak-hak ekonomi dan  sosial budaya, kesehatan adalah hak asasi manusia yang fundamental dan tak ternilai demi terlaksananya hak asasi manusia yang lain. Setiap orang berhak untuk menikmati standar kesehatan tertinggi yang dapat dijangkau dan kondusif bagi kehidupan manusia bermartabat. Melalui tata kelola Perdesaan Sehat ini serta dukungan dan atau pemikiran secara akademis dalam perumusan alternatif strategis dan kebijakan imnplementasi dapat mewujudkan Perdesaan Sehat di 10 kabupaten Wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

 

3.      TUJUAN

 

a.       Terfasilitasinya rumusan kebijakan Perdesaan Sehat di 10 Kabupaten tertinggal di Prov Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur

b.      Terwujudnya koordinasi pelaksanaan Perdesaan Sehat di 10 Kabupaten tertinggal di Prov  Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur

c.       Penguatan Kelembagaan Perdesaan Sehat di 10 Kabupaten tertinggal di Prov Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur

d.      Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat di 10 Kabupaten tertinggal di Prov NusaTenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur

 

 

4.      SASARAN DAN RUANG LINGKUP

 

Sesuai dengan 5 Pilar Perdesaan Sehat yakni:

·         Percepatan ketersediaan dokter puskesmas bagi seluruh puskesmas di daerah tertinggal;

·         Percepatan ketersediaan bidan desa bagi seluruh desa di daerah tertinggal;

·         Percepatan ketersediaan air bersih bagi setiap rumah tangga di daerah tertinggal;

·         Percepatan ketersediaan sanitasi bagi setiap rumah tangga di daerah tertinggal;

·         Percepatan ketersediaan gizi seimbang bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita

 

Serta ruang lingkup perdesaan sehat dengan  kegiatan:

·         Fasilitasi koordinasi kebijakan bagi semua unit kerja dan para pemangku kepentingan dalam pelaksanaan aksi keberpihakan percepatan pembangunan kualitas kesehatan berbasis perdesaan di daerah tertinggal;

·         Fasilitasi pengorganisasian dan dukungan manajemen kewilayahan dalam pelaksanaan percepatan pembangunan kualitas kesehatan berbasis perdesaan di daerah tertinggal.

·         Fasilitasi pendampingan pelaksanaan perdesaan sehat;

·         Dukungan stimulan bagi rumah sakit, puskesmas, poskesdes dan lembaga kesehatan lain yang diperlukan bagi perdesaan sehat; dan

·         Supervisi, monitoring dan evaluasi dari kegiatan percepatan pembangunan kualitas kesehatan berbasis perdesaan di daerah tertinggal

Maka Universitas Mataram selaku mitra akan:

a.       Melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten daerah tertinggal di wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur

b.      Melakukan Identifikasi dan pemetaan kondisi existing kesehatan di daerah tertinggal wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur

c.       Melakukan kompilasi dan analisis dokumen perencanaan kesehatan daerah berdasarkan pengarusutamaan gender di daerah tertinggal wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

d.      Menyusun pedoman rekrutmen kader relawan perdesaan sehat di daerah teringgal wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

e.       Menyusun pedoman pelatihan kader relawan Perdesaan Sehat di daerah tertinggal wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

f.       Melaksanakan rekrutmen kader relawan Perdesaan Sehat di daerah Tertinggal wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

g.      Melaksanakan pelatihan kader relawan Perdesaan Sehat di daerah tertinggal wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

h.      Melakukan pendampingan bagi kader relawan Perdesaan Sehat di daerah tertinggal wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

i.        Melakukan pendampingan perumusan alternatif kebijakan Perdesaan Sehat bersama pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten di daerah  tertinggal wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

j.        Melakukan supervisi, monitoring dan evaluasi kegiatan Perdesaan Sehat di daerah tertinggal wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

k.       Menyusun laporan kegiatan Perdesaan Sehat di daerah tertinggal wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

 

5.      HASIL YANG DIHARAPKAN

a.       Terjalinnya  koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten daerah tertinggal di wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur

b.      Teridentifikasi dan diperoleh peta kondisi existing kesehatan di daerah tertinggal di wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur

c.       Telah dilakukan  kompilasi dan analisis dokumen perencanaan kesehatan daerah berdasarkan pengarusutamaan gender di daerah tertinggal di wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

d.      Tersusun pedoman rekrutmen kader relawan perdesaan sehat di daerah teringgal wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

e.       Tersusun pedoman pelatihan kader relawan Perdesaan Sehat di daerah tertinggal wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

f.       Diperoleh  kader relawan Perdesaan Sehat hasil rekrutmen di daerah Tertinggal wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

g.      Diperoleh  kader relawan Perdesaan Sehat yang terlatih di daerah tertinggal wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

h.       Kader relawan Perdesaan Sehat mendapatkan pendampingan di daerah tertinggal wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

i.        Tersusunnya rumusan alternatif kebijakan Perdesaan Sehat bersama pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten di daerah  tertinggal wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

j.        Terlaksananya  kegiatan berdasarkan hasil supervisi, monitoring dan evaluasi kegiatan Perdesaan Sehat di daerah tertinggal wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Tersusun laporan kegiatan Perdesaan Sehat di daerah tertinggal wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur