PERAN UNRAM DALAM PENGEMBANGAN SDM NTB

(Kerjasama Universitas Mataram dengan University of Sunshine Coast,
Australia Dalam Membangun Pariwisata Yang Berkelanjutan   di Desa Gili
Indah Kabupaten Lombok Utara)

2013-07-27_094720Universitas  Mataram  terus  menerus  melakukan  berbagai  upaya  dengan  dunia  luar  untuk  dapat membangun  SDM  NTB  agar  dapat  memiliki  kemampuan  dan  kualitas  yang  bertaraf  dunia  dalam  berbagai  hal  termasuk  dalam  pengelolaan  sumberdaya  alam  dan  lingkungan  termasuk  pengelolaan  Pulau-Pulau Kecil. Dalam policy kebijakan Rektor Unram dalam bidang kerjasama: Membangun Jejaring  Kerjasama Untuk Meningkatkan Pelayanan Pendidikan Tinggi Prima, dalam menuju Visi dan Misi Unram  untuk  menjadi  Univeristas  Berstandar  Nasional  (2015),  berstandar  Asia  (2020)  dan  berstandar  dunia  (2025).

Rektor  Unram  mendorong  civitas  akademika  dan  unit-unit  yang  ada  di  Universitas  Mataram  untuk  mencari  berbagai  upaya  dalam  membangun  dan  menguatkan  kelembagaan  baik  yang  ada  di  Unram maupun Pemerintah Daerah. Tindak lanjut dari kunjungan Tim Kerjasama Universitas Shunsine Coast-Unram merealisasikan dalam bentuk pelatihan SDM Pariwisata Bahari. Desa Gili Indah di Kabupaten Lombok Utara (KLU) merupakan maskot utama pariwisata di Propinsi Nusa  Tenggara Barat. Dalam 20 tahun perkembangannya, arah pembangunan pariwisata di Gili Indah semakin  tidak  selaras  dengan  kaidah  keberlanjutan  sumberdaya.  Universitas  Mataram  bersama  dengan  USC  menyusun  suatu  kegiatan  untuk  membantu  pemerintah  dan  masyarakat  KLU,  yaitu  memberikan  pelatihan  kepada  staff  pemerintah  dan  pemuka  masyarakat  tentang  pembangunan  pariwisata  berkelanjutan.

Tujuan  dari  pelatihan  ALAF  (Australian  Leadership  Award  Fellowship)  dari  AusAID  ini  adalah  untuk  meningkatkan  pengetahuan,  ketrampilan,  dan  pengalaman  para  peserta  dalam  pengembangan  pengelolaan pariwisata pesisir yang lestari. Pelatihan ini didanai oleh AusAID dan APBD NTB, serta APBD  KLU.

Kegiatan pelatihan tersebut telah dilaksanakan di Queensland, antara 7-28 Oktober 2012, yang sebagian  besar teorinya diberikan oleh para pakar dari University of the Sunshine Coast (USC), Sippy Downs, di  kampus tersebut. Kegiatan praktek atau kunjungan lapangan akan dilakukan di sejumlah obyek wisata pesisir  di  Queensland,  termasuk  Fraser  Island,   Lady  Eliot  Island,  Hamilton  Island,  dan  Moreton Island.Peserta terdiri dari: 4 orang wakil masyarakat  Desa Gili Indah (H.M. Taufik, Zakaria, Wardana M. Saleh, Sri Hayati), 3 orang staff pemerintah KLU (Ihwan Budiman, I Wayan Bratayasa, Mira Asywarni), 3 orang staff pemerintah Provinsi NTB (Syamsudin, Windi Sri Yulianti, Irma Agriyanti), 1 orang wakil BKKPN Kupang  (pengelola  Taman  Wisata  Perairan  Gili  Matra,  Hotmariyah).  Seorang  wakil  dari  Universitas
Mataram (Imam Bachtiar) bertindak sebagai pendamping peserta pelatihan.

Kegiatan pelatihan ALAF Lombok Program ini dilaksanakan dalam 3 (tiga) minggu. Pada minggu pertama peserta  banyak  mendapatkan  teori  dan  latar  belakang  ekologi,  sosial,  budaya,  dan  pariwisata.  Pada minggu kedua,   kepada peserta disajikan contoh-contoh pariwisata dengan pengelolaan ekologis dan social  terbaik.  Peserta  mengunjungi  4  (empatI  pulau  dengan  jarak  perjalanan  sekitar  5000  mil  dalam seminggu.  Pada  minggu  ketiga,  disamping  ada  penambahan  teori  peserta  mulai  menerapkan pengetahuan  dan  ketrampilan  yang  telah  dimiliki  untuk  membahas  persoalan  di  Desa  Gili  Indah  atau Taman Wisata Perairan (TWP) Gili Matra Pelatihan  ini  telah  berhasil  meningkatkan  pengetahuan  dan  ketrampilan  dari  para  peserta. Disamping itu,  kegiatan  pelatihan  ini  juga  telah  menambah  keakraban  antar  pemangku  kepentingan,  dan
menambah  jejaring  kerja. Keduanya  merupakan modal  social yang  sangat  penting  dalam membangun pariwisata  yang  berkelanjutan  di  Desa  Gili  Indah.  Aplikasi  dari  pengetahuan  dan  ketrampilan  yang diperoleh tersebut direalisasikan dalam dua buah dokumen:

  • Rencana  aksi  (kegiatan) yang  dibutuhkan  untuk  mengelola  pariwisata  di  Desa Gili  Indah  (TWP Gili Matra) secara berkelanjutan, dan
  • Rencana zonasi alternatif di TWP Gili Matra.

Rencana  aksi  disusun  berdasarkan  visi  Desa  Gili  Indah  di  masa  depan.  Semua  peserta  sepakat  bahwa masa depan Gili Indah adalah sebagai tujuan wisata internasional yang ramah lingkungan, yang memberi manfaat besar bagi masyarakat, dan dikelola secara berkelanjutan. Penyusunan rencana aksi dilakukan dalam 3 (tiga) kelompok, tetapi secara umum hasil diskusi ketiga kelompok tersebut menunjukkan 90% kesamaan. Rencanaaksi (kegiatan) tersebut dipilah dalam jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang; serta dalam variasi kebutuhan dana yang sedikit, sedang, dan besar telah disepakati.Di dalam kegiatan pelatihan ini, zona inti (preservasi) dapat disepakati di terumbu karang yang terletak
di sebelah barat daya Gili Trawangan, di antara tempat penyelaman  Shark Point  dan Manta Point. Lebar zona inti tersebut adalah 50 meter ke arah luar dari dasar tubir (reef slope).Setelah  pelatihan  ini  para  peserta  telah  bersepakat  akan  memberikan  waktu,  pengetahuan,  dan ketrampilannya untuk membantu masyarakat Desa Gili Indah dan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dalam  membangun  pariwisata  yang  berkelanjutan.  Sebagai  awal  dari  kegiatan  tindak  lanjut  tersebut, peserta pelatihan ALAF Lombok Program 2012 akan melakukan hal-hal sebagai berikut:

  • Menghadap  Bupati  Kabupaten  Lombok  Utara  untuk  melaporkan  hasil-hasil  pelatihan  danmemohon dukungan Bupati terhadap rencana aplikasinya di Desa Gili Indah.
  • Melakukan  hal-hal  kecil  yang  dapat  dikerjakan  oleh  peserta  pelatihan  yang  bermanfaat  bagiDesa  Gili  Indah.  Misalnya:  mendiskusikan  tentang  penarikan  uang  konservasi  dari  pengunjung Gili  Indah,  mempersiapkan  tenaga  terampil  dalam  pemberian  informasi  bagi  wisatawan  yang datang  ke  Gili  Indah,  mempromosikan  pembuatan  kompos,  dan  melakukan  advokasi  tentangpentingnya Pusat Pendidikan bagi pengunjung Desa Gili Indah.
  • Melakukan  hal-hal  yang  urgen  (genting)  dan  berdampak  luas,  misalnya  mendiskusikanpengelolaan sampah Desa Gili Indah, memberikan masukan dalam penyusunan rencana zonasi TWP Gili Matra dan rencana pengelolaan TWP Gili Matra.
  • Melakukan  hal-hal  yang  besar  dan  berdampak  besar  untuk  kebutuhan  jangka  menengah  danjangka  panjang  Desa  Gili  Indah.  Misalnya:  menidskusikan  masalah  pengolahan  limbah,  dan pembangunan marina.

Rencana  tindak-lanjut  ini  akan  sulit  dilakukan  tanpa  dukungan  pemerintah  kabupaten  dan  propinsi. Karena  itu,  jalinan  kerjasama  antara  pemerintah  (kabupaten,  propinsi),  universitas,  dan  masyarakat sangat penting dipertahankan dan dipelihara agar kegiatan pelatihan yang telah menghabiskan banyak waktu, dana, dan pikiran dapat membawa manfaat bagi masyarakat. Setelah  kegiatan  pelatihan  ALAF  ini,Unram  dan  USC  juga  sedang  merencanakan  membuat  kegiatan lanjutan  yang  lebih  besar  yang  akan  meliputi  lebih  banyak  kabupaten  di  Pulau  Lombok  dan  juga Sumbawa.

2013-07-27_092423Rencana kegiatan tersebut masih dalam tahap diskusi. Kegiatan lanjutan yang sudah disusun jadwalnya adalah kegiatan bersama antara mahasiswa Unram dengan USC. Survey kepuasan wisatawan yang  datang  ke  Gili  Indah  akan  dilakukan  di  bulan  Januari  2013.  Pengambilan  data  terumbu  karang dengan metode reef-check juga sedang dipersiapkan yang akan dilakukan di Gili Sulat pada bulan Januari 2013  (Dilaporkan  Imam  Bachtiar,  Pusat  Pesisir  dan  Kelautan  Unram)(Bidang  Kerjasama  Universitas Mataram)